Kurma, Buah Penuh Berkah

Dibalik kerasnya iklim padang pasir terdapat butiran anugerah yang diberikan Allah SWT. Siapa sangka padang pasir yang tandus dan gersang menghadirkan timbunan minyak bumi, unta-unta yang setia, dan yang tak kalah penting, pohon kurma.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang termaktub dalam al-Quran surat an-Nahl ayat 16 yang berbunyi, “Dan Dialah (Allah) yang menundukan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging (ikan) yang segar darinya, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dan karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”

Firman tersebut menyiratkan rasa sayang teramat besar yang diberikan Dzat Maha Esa atas umatnya di dunia. Rasa sayang itu juga diberikan kepada umatnya yang mendiami jazirah padang pasir. Bila dipandang secara logika, mungkinkah tanpa ada pertolonganya, manusia bisa bertahan hidup dilokasi yang demikian ekstrim.

Berbicara tentang tiga hal tadi, rasanya cukup tepat bila memilih kurma sebagai bahasan menarik. Pasalnya, kurma seperti halnya unta merupakan produk asli buatan alam padang pasir. Siapa sangka, dari buah berukuran sebesar ibu jari orang dewasa ini menyimpan begitu banyak hikmah didalamnya. Tak hanya memerdukan aliran keimanan tapi juga keduniawian melalui perpektif ilmu pengetahuan.

Keistimewaan kurma telah dijamin oleh al-Quran melalui surat Al-Mukminun ayat 19 yang mengatakan,” Lalu kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur, kamu peroleh didalamnya buah-buahan yang banyak dan sebagian kamu makan,”. Tak hanya itu, kata kurma juga disebutkan 26 kali dalam al-Quran. Para ahli agama dan kalangan medis sepakat, penyebutan al-Quran tentang kurma menunjukan peran penting kurma.

Keistimewaan kurma bahkan menyisipi legenda jazirah arab. Legenda itu menyebutkan, ketika Allah SWT menciptakan Adam AS sebagai kalifah pertama di dunia, Dia menggunakan sisa bahan yang digunakan membentuk Adam dipakai kembali untuk menciptakan pohon kurma. Itu sebabnya, masyarakat Arab percaya kurma merupakan Nakhla yang bermakna pohon kehidupan.

Secara karakteristik, tumbuhan bernama latin Phoeniz Dactylifera ini tergolong berbatang tunggal dan masuk dalam keluarga Arecaceae. Umumnya, pohon kurma memiliki tinggi rata-rata mencapai 15-25 meter. Tanaman kurma tidak akan pernah berhenti tumbuh dan tumbang sendiri jika sudah terlalu tinggi dan tua. Daunnya berukuran besar, panjangnya 4-5 meter, dan  berbentuk seperti sisir. Ujung daun runcing dan tajam seperti jarum.

Sekali berbunga, satu pohon kurma mampu menghasilkan ratusan buah kurma dengan berat total 6-8 kilogram, ada juga jenis kurma yang menghasilkan 1000 buah dengan berat 52 kg. Dalam setahun, rata-rata pohon kurma mampu menghasilkan buah kurma lebih dari 300 kilogram.

Lantas apa yang membuat Kurma begitu istimewa? Dalam buku “Khasiat dan Keajaiban Kurma” yang ditulis Ir Rosita dan Tim Redaksi Qanita disebutkan, sebutir kurma mengandung sekitar 23 kalori, mengonsumsi 5 atau 6 kurma sama saja mengkonsumsi buah satu porsi. Bahkan, Institut Nasional Kanker AS merekomendasikan masyarakatnya untuk mengkonsumsi kurma guna menjamin kebutuhan 5 porsi buah dan sayur dalam sehari.

Lalu apa saja yang dikandung kurma hingga memiliki keistimewaan seperti itu? Perlu diketahui, kurma merupakan buah yang paling banyak mengandung gula alami di antara semua jenis buah-buahan.

Konsentrasi gula dalam kurma mencapai 70% sedangkan buah-buahan lain hanya sekitar 20-30%. Gula dalam kurma juga mengandung fruktosa, glukosa dan sukrosa. Zat-Zat ini mampu memasok energi bagi tubuh dengan cepat. Sebab itulah, kurma begitu disarankan sebagai santapan utama saat berbuka.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung potasium dengan kadar paling tinggi diantara buah-buahan lain. Potasium adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk kontraksi otot termasuk otot jantung. Kandungan ini juga diperlukan untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan membantu metabolisme tubuh.

Kandungan lain yang begitu esensial adalah serat. Berdasar sifatnya, serat terbagi dua jenis yakni serat larut dan serat tak larut. Kedua jenis serat ini ada didalam kurma. Fungsi serat sendiri penting bagi tubuh yakni melancarkan pencernaan, menurunkan kadar gula dalam darah dan menurunkan kolesterol.

Penyembuh Penyakit

Beberapa hadis menerangkan kurma adalah obat. Hadis pertama menyebutkan,” Kurma dari cabang yang tinggi adalah kurma,”. Hadis lain menyebutkan, “Barang siapa makan 7 buah kurma pada pagi hari, ia akan terhindar dari racun penyakit dan kejahatan.”

Dua hadis ini, tentu merangsang peneliti untuk menggali potensi obat dalam buah kurma. Hadis ini pula yang mengundang pemikiran masyarakat arab untuk menggunakannya sebagai obat penyembuh berbagai penyakit.

Buku Khasiat dan Keajaiban Kurma yang tuliskan Ir. Rostita dan Timnya menyebutkan penyakit kelas berat macam Jantung, Stroke, kanker dan darah tinggi bisa diminimalisir resikonya bila mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium 400 miligram sehari. Kandungan itu terpenuhi dengan hanya mengkonsumsi 5 butir kurma atau 65 gram kurma perhari.

Sebuah hadis yang diriwayatkan sahabat menceritakan sebuah kisah ketika salah seorang sahabat Rasullah SAW mengeluh padanya. Saat itu, Rasullah segera meletakan tangannya di dada sahabat tersebut sembari berkata,”Engkau menderita sakit pada jantung, berobatlah kepada Al Haris Ibn Kalada, Ia ahli mengobati dan Gunakan 7 buah kurma Ajwah yang dihaluskan dengan bijinya untuk engkau makan.”

Tak hanya bermanfaat bagi pencegahan dan penyembuhan  penyakit kelas berat, kurma juga dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil. Sebuah hadis yang diriwayatkan H.R Bukhari,”Sesungguhnya, makanan Siti Maryam tatkala melahirkan Nabi Isa AS Adalah buah kurma. Sekiranya, Allah SWT menjadikan suatu buah yang lebih baik dari pada buah kurma, maka Allah telah memberikan makan buah itu pada Maryam.”

Hadis itu memperkuat firman Allah SWT dalam surat Maryam ayat 25 yang mengatakan,” Dan Goyangkanlah pangkal pohin kurma itu ke arah mu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang matang kepada mu.”

Makna yang terkadung dari al-Quran dan Hadis lantas diperkuat kembali dengan temuan ilmiah seperti kurma matang mengandung substansi yang mendorong peregangan rahim dan meningkatkan konstraksi. Kurma juga mengandung stimulan yang memperkuat otot rahim hingga mencegah pendarahan.

Kurma juga bisa digunakan sebagai  bahan dasar utama makanan khusus, barbur untuk para ibu yang baru saja melahirkan. Manfaat dari penggunaan kurma ini membuat darah kotor yang berada dalam tubuh ibu segera keluar. Cara membuatnya pun relatif mudah yakni rebus beberapa kurma bersama air sehingga menjadi semacam bubur yang tidak mengeras seperti puding dan tidak terlalu encer seperti sup.

Selain itu, riset lainnya menyebutkan mengkonsumsi kurma usai melahirkan akan memberikan kualitas ASI terbaik sekaligus menggantikan tenaga ibu yang terkuras usai melahirkan dan menyusui.

Banyak sumbangsih yang diberikan kurma terkait masalah kesehatan. Seperti misal, kesehatan anak, masalah penyakit menahun dan hal lainnya.

Jenis-Jenis Kurma

Varietas kurma umumnya terbagi atas 3 jenis, yakni kurma basah, kurma agak kering dan kurma kering. Kurma basah bercirikan berdaging empuk, sangat lembab dan mengandung sedikit gula.  Kurma agak kering bercirikan dagingnya kenyal, tidak berair, berkandungan tinggi. Sementara itu, kurma kering berkadar gula tinggi, berkelembaban rendah, kering berdaging keras.

Ketiga varietas itu tersebar pada puluhan jenis kurma di dunia. Jenis kurma yang banyak beredar di dunia adalah kurma dari Irak, yaitu Zahdi. Keberadaan kurma Zahdi bisa mencapai 43% dari keseluruhan produksi kurma di dunia. Kurma jenis ini memiliki bentuk yang lonjong, berwarna coklat keemasan, berkualitas rendah dan harganya murah.

Jenis lain yang banyak beredar antara lain kurma Ajwah atau kurma Nabi. Konon, Rasullah SAW begitu gemar mengkonsumsi kurma jenis ini. Selain itu ada beberapa jenis kurma lain yang banyak dijual di pasaran dunia, sebut saja kurma Sayer, Hwy, Kadrawi, Khastawi, Brem dan Chip Chap.

Sementara itu, masyarakat Indonesia sangat gemar mengkonsumsi jenis kurna Nabi, ambhar dan safawi. Umumnya, para pedagang kurma di Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagian besar menjual tiga jenis kurma tersebut.

sumber: republika.co.id